Are you a member? sign in or take a minute to sign up

Cancel
logo

Mahkamah Agung Republik Indonesia

PENGADILAN NEGERI SLAWI KELAS I B

Jl. A. Yani No. 99, Slawi, Kab. Tegal, Jawa Tengah, Telp.(0283)491359, Faks.(0283)491854, E-mail: info@pn-slawi.go.id/pn.kab.tegaldislawi@gmail.com

KETUA MA RESMIKAN 85 PENGADILAN BARU DI MELONGUANE

KETUA MA RESMIKAN 85 PENGADILAN BARU DI MELONGUANE
Print Friendly, PDF & Email

Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H.,  M.H meresmikan pengoperasian 85  pengadilan baru di  Melonguane  Kabupaten Talaud, pada Serrin  22  Oktober  2018. Acara  peresmian tersebut  sengaja  di selenggarakan di  Melonguane  sebagai  salah  satu  kota yang terletak  di  wilayah  terluar Indonesia.

Sebelumnya  Kabupaten  Talaud   dengan  ibu   kota  Melonguane   termasuk dalam  wilayah hukum  Pengadilan  Negeri  Tahuna  di  Kabupaten  Sangihe, padahal antara Kabupaten  Talaud dengan Kabupaten  Sangihe  terpisah oleh laut.  Dua  kabupaten  tersebut  hanya  bisa  ditempuh  dengan  transportasi udara dengan rute Talaud-Manado-Sangihe sehingga masyarakat yang berdomisili  di  Kota  Melonguane  untuk  bisa datang ke   Pengadilan  Negeri Tahuna  harus  terbang  naik  pesawat  ke   Manado   terlebih  dahulu  baru terbang  lagi   ke   Kabupaten   Sangihe   tempat  Pengadilan  Negeri   Tahuna berada.  Sekarang  dengan berdirinya Pengadilan Negeri  Melonguane,  maka masyarakat yang tinggal di Kabupaten Talaud tidak perlu lagi harus menggunakan pesawat untuk datang ke pengadilan.

Ketua   Mahkamah   Agung   Prof.   Dr.   M.  Hatta  Ali,  S.H.,  M.H.   mengatakan bahwa terbentuknya  pengadilan baru tidak semata-mata  ditujukan  untuk berdirinya  sebuah  bangunan  pengadilan  di   suatu  daerah  yang wilayah administratifnya mengalami pernekaran, namun  yang lebih   penting adalah bisa  lebih    mendekatkan  akses  keadilan   kepada  masyarakat  dan  para pencari  keadilan  yang  domisilinya jauh  dari  lokasi   pengadilan.  Kendala geografis   diwilayah-wilayah   tertentu   seringkali  menyulitkan   bagi  para pencari keadilan untuk  bisa datang langsung  ke  pengadilan,  baik karena jarak antara  pengadilan dengan tempat tinggal para pencari keadilan yang sangat jauh  atau  disebabkan  karena  kondisi alam yang sulit  dilalui oleh alat transportasi,   baik darat  laut  maupun udara,   sehingga pada  daerah-daerah tertentu untuk  bisa sampai ke  pengadilan memerlukan perjuangan yang  sangat berat dan biaya yang cukup  besar.

Berdasarkan  Pasal  28D   ayat  (1)  UUD   1945  menyebutkan  bahwa  Setiap orang   berhak  atas  pengakuan,   jaminan,   perlindungan,   dan  kepastian hukum yang adil  serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.  Ketentuan tersebut memberikan konsekuensi bahwa negara wajib untuk menyediakan sarana  dan fasilitas bagi warga negara untuk  dapat  memperoleh layanan hukum  dan keadilan.  Dalam rangka  menjalankan amanat konstitusi untuk menjangkau   akses  keadilan  bagi  masyarakat   dan  pencari  keadilan  di daerah-daerah   yang  jauh   dari   lokasi   pengadilan,  maka   dibentuk   85 pengadilan   baru    agar   lebih     memudahkan    bagi   masyarakat    untuk mendapatkan layanahnhukum  dan keadilan.

Ketua    Mahkamah    Agung    berharap    dengan    berdirinya    pengadilan- pengadilan baru  tersebut  dapat  memberikan kemudahan  akses  keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, agar dapat mewujudkan prinsip penyelenggaraan peradilan yang sederhana,  cepat dan biaya ringan.