Slawi (14/3) – PN Slawi menggelar pengajian rutin di Mushola Nurul Hakim yang diikuti oleh hakim dan aparatur. Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhammad Ridho, S.Ag., menyampaikan bahwa kecerdasan sejati bukan sekadar gelar atau ilmu dunia, tetapi kesadaran akan kehidupan setelah kematian.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang mampu menahan hawa nafsu serta beramal untuk kehidupan setelah mati. Dunia hanya sementara, sehingga manusia perlu menyiapkan bekal untuk kehidupan abadi di akhirat.
Beliau mengingatkan bahwa di alam kubur, setiap manusia akan menghadapi alam barzakh, tempat persinggahan sebelum hari kiamat. Di sana, hanya amal ibadah yang menemani, bukan harta atau kedudukan. Membaca Al-Qur’an, shalat malam, serta perbuatan baik lainnya akan menjadi penerang dalam perjalanan menuju akhirat. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Al-Qur’an akan menjadi penolong dan pembela bagi mereka yang membacanya dengan rutin.
Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya selalu mengingat kematian dan mempersiapkan diri dengan memperbanyak ibadah serta amal shalih. Menjaga keadilan, menjauhi hal-hal haram, serta mempererat hubungan baik dengan sesama adalah bentuk ketakwaan yang akan mendekatkan seseorang kepada rahmat Allah SWT.
